Rabu, 13 Agustus 2014

Sakit Tanpa Luka

Kala hati ini tak mampu menahan duka
Kala mata ini tak mampu menahan air mata
Jiwa yang sepi ini merontai sakit
Sakit tanpa luka

Terdiam, tak mampu bergerak berontak
Bahwa ini adalah kenyataan yang harus diterima
Kala jiwa ini ingin pergi dari sepi
Lagi, hati ini berontak untuk tetap disini
Tidak,, tidak mungkin

Waktu terus berputar
Hidup harus terus berlanjut
Hati terus berontak
Jiwa ku harus tetap sabar

Bahwa dunia ini adalah sandiwara
Sandiwara yang harus dimenangkan
Dimenangkan untuk tujuan
Tujuan yaitu kebahagiaan

Tetap Tak Kurasa

Meski dingin tetap tak kurasa
Meski panas tetap tak kurasa
Hujan bisa saja membasahi tubuh ini
Matahari bisa saja membakar tubuh ini
Tapi aku tetap tak kurasa

Terlanjur sakit
Sakit yang tak kurasa
Terlanjur perih
Perih yang tak kurasa

Hati ini memang tak lagi merasa apa apa
Tubuh ini memang tak lagi merasa apa apa
Hanya jiwa yang kini masih ada
Hanya jiwa yang masih sadar

Bahwa aku harus tetap ada
Ada untuk dunia ku
Ada untuk hidup ku
Ada untuk yang benar benar mencintaiku

Aku harus hidup untuk dunia ku
Dunia baru meski tanpa mu
Meski tanpa cinta mu

Selasa, 12 Agustus 2014

Hai Dara

Hai Dara,
kau yang kucinta
Raut wajah mu berubah
Senyum mu pun terlihat berbeda
Jika aku boleh mereka reka
Garis wajah mu pun terlihat berbeda

Aku tak lagi mampu mengenalimu
Kini kau telah jauh pergi
Kembali pada waktu dimana aku pun tak tahu

Hai Dara,
Wajahmu tak mampu kulihat
Cahaya terang yang menyinari pun
Tak mampu membantuku tuk mengenalimu

Hai Dara,,
Aku bahagia, bahagia karena mu
Karena mu aku mampu mengenal
Mengenal tentang keabadian
Keabadian itu sesungguhnya kematian
Bukanlah ucapan, yang mereka reka

Hai Dara,,
Aku ucapkan terimakasih
Terimakasih atas waktu mu
Terimakasih atas senyum
Yang pernah membahagiakan hati ini
Membahagiakan hati ini yang pernah kosong