Sabtu, 19 Maret 2016

Cintailah dengan sederhana

Cinta adalah bukan soal kesetiaan, tapi soal keyakinan
Cinta adalah bukan soal perhatian, tapi soal kepercayaan
Cinta adalah bukan soal janji, tapi soal sejauh mana kita mampu bertahan


Kita banyak menemukan kesetiaan, akhirnya ditelan oleh waktu
Kita banyak menemukan perhatian, tapi hilang karena kepalsuan
Kita banyak menemukan janji, tapi kemudian hilang begitu saja


Cintailah dengan sederhana
Layaknya mentari yang terbit disetiap pagi
Tak perlu kesetiaan, tapi yakinlah ia akan terbit esok
Tak perlu perhatian, tapi yakinlah ia akan tetap indah esok
Tak perlu janji, tapi yakinlah ia akan tetap bersinar esok


Karena,
Jika esok tak kau temukan mentari menyinarimu disebelah timur
Artinya, kita sudah bersama sama disebuah peradaban baru
Peradaban yang disebut dengan "surga"


Meraba

Kau lihatkah tanda
Datangnya pelangi usai hujan
Lalu hilang meninggalkan awan
Berlalu dalam kesunyian
Bayang yang mengintai

Sudah kucari, sejak waktu itu
Hilang, sunyi, kegelapan
Tapi,, harus kah kucari lagi
Meraba dalam kegelapan

Bercengkrama

Bisa kulihat
Hitam kembali membawa kantuk
Manik langit menyanyi bisu
Dan bercengkrama dalam jarak

Saatnya telah tiba
Untuk aku menutup mata
Menatap ruang peraduan

Impian dan Pengorbanan

Ketika matahari terbit,
Membakar semangatku,
Dengan nafas terengah engah,
Disetiap sabtu pagi, Aku tak peduli.

Dalam pikiranku, Kau selalu aku ingat,
Tak jemu aku mencarimu,
Meski harus melawan kebosanan,
Didalam dinding dinding tembok pengetahuan,
Hingga aku bisa.

Aku sadar, Ini adalah pilihan,
Pilihan untuk sebuah pengorbanan,
Besarnya pengorbanan harus mampu menghasilkan keyakinan,
Dengan keyakinan kita mampu melewatinya

Ini bukanlah soal mimpi tapi soal impian,
ini bukan soal cita cita tapi soal harapan,
ini bukanlah soal pendidikan namun soal tuntutan kehidupan


19 Maret 2016
#‎PascaUnsyiah